Www.BestTheme.Net

WELCOME

To

SUNSET

Blog buat para petualang sejati ..selamat jalan kawaan semoga berjumpa kembali .. sahabat jadilah kekasihku ..hidup dengan segala ide !

come and gabung

Share it !

Powered By Blogger

Followers

Latest Photos

think !

think !

New Photos

soosuu

Your Slideshow Title Slideshow: Ndi’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.

lips so!

lips so!

Introduce.,

Introduce.,

1966-1994

made in Unknown Kamis, Desember 30, 2010

Pink Floyd


adalah band progressive rock asal Inggris yang terkenal karena komposisi lagu-lagunya yang bergaya bombastis, sampul-sampul albumnya yang indah dan konser-konsernya yang megah. Pink Floyd adalah salah satu kelompok musik rock yang paling sukses secara komersil, pada saat ini berada di peringkat ketujuh dalam jumlah album terjual

di seluruh dunia. Mereka dibentuk di tahun 1966 dan terakhir merekam album studio di tahun 1994.



Pink Floyd berasal dari band-band sebelumnya yang bernama antara lain Sigma 6, T-Set, Meggadeaths, The Screaming Abdabs, The Architectural Abdabs dan The Abdabs. Kemudian band ini diberi nama baru The Pink Floyd Sound dan kemudian The Pink Floyd.

Sebelum merilis album pertama nama ini sudah dipersingkat kembali menjadi Pink Floyd. Asal nama ini adalah dua musisi blues Pink Anderson dan Floyd Council.



Mereka awalnya terdiri dari Bob Klose (gitar), Syd Barrett (vokal, gitar), Richard Wright (keyboards), Roger Waters (bass) dan Nick Mason (drums). Mereka menyanyikan lagu-lagu cover rhythm and blues seperti "Louie, Louie". Barrett kemudian menulis lagu-lagu yang dipengaruhi budaya surfing dari Amerika, rock psychedelic dan humor dan literatur Inggris. Bob Klose merasa kurang cocok dengan arah ini dan meninggalkan band. Dalam bentuk kuartet mereka cukup stabil dan kemudian mereka membentuk Blackhill Enterprises, sebuah kerjasama bisnis yang melibatkan enam orang: keempat personil ditambah kedua manajer mereka Peter Jenner dan Andrew King.

Diluncurkan pada bulan Agustus 1967, album pertama The Piper at the Gates of Dawn dianggap sebagai salah satu contoh terbaik musik psychedelic dari Inggris. Lagu-lagu album ini adalah campuran berbagai music, dari lagu berbentuk bebas avant garde "Interstellar Overdrive" sampai lagu yang bernuansa melankolis seperti "Scarecrow" (terilhami oleh daerah pedesaan Fenlands di dekat kota kelahiran Barrett, Cambridge). Album ini terjual laris dan mencapai peringkat keenam di Inggris.
[sunting] David Gilmour bergabung

Pada bulan Januari 1968, gitaris David Gilmour bergabung untuk menggantikan Barrett yang kondisi kejiwaannya sangat tidak stabil dan telah memburuk selama beberapa bulan. Pada awalnya mereka berharap Barrett akan sembuh dan kembali memimpin band, tapi ditambah dengan penggunaan LSD ia semakin tidak terkendali, sering menatap ke awang-awang selama konser. Ini merusak penampilan konser mereka sampai pada akhirnya Barrett tidak diajak lagi ke panggung.

Setelah Barrett resmi keluar pada bulan April 1968, Jenner dan King memutuskan untuk bertahan dengannya dan Blackhill Enterprises pun dibubarkan.

Walaupun Barrett telah menulis sebagian besar lagu-lagu di album pertama, untuk album kedua A Saucerful of Secrets (Juni 1968) ia hanya menulis satu lagu "Jugband Blues". Album ini meraih tangga ke-9 di Inggris.

Setelah soundtrack film More, album selanjutnya adalah album ganda Ummagumma yang sebagian direkam di club rock Mothers di Birmingham dan sebagian lagi di Manchester. Untuk album ini masing-masing anggota merekam proyek solo untuk satu sisi piringan hitam (istri Mason tampil secara anonom sebagai pemain suling), kemudian ditambah beberapa track rekaman konser. Album yang dirilis di tahun 1969 ini menjadi album mereka yang paling berhasil sampai saat itu, mencapai nomor 5 di Inggris dan 70 di Amerika.

Atom Heart Mother (1970) akhirnya menjadi album pertama mereka yang mencapai puncak tangga di Inggris, walaupun Gilmour sendiri menyebut album ini sebagai sebuah band yang "menabrak-nabrak di kegelapan". Meskipun demikian, di album inilah untuk pertama kalinya arah band ini mulai terdengar, seperti misalnya lagu "Atom Heart Mother Suite" yang panjangnya 23 menit dengan pengaruh musik simfoni, dibantu oleh orkestrasi Ron Geesin.



Gaya ini menjadi semakin terfokus di album Meddle (1971), dengan epik "Echoes" yang berdurasi 23 menit. Dalam lagu ini mereka menggunakan synthisizer VCS3 dari Zinovieff untuk pertama kali, selain juga theremin untuk bagian tengahnya yang bernuansa luar angkasa). Album ini juga mengandung lagu "One of These Days" yang populer untuk konser-konser (lagu ini hanya memiliki satu baris lirik yang dinyanyikan berulang-ulang dengan suara terdistorsi "One of these days, I'm going to cut you into little pieces" yang ditulis oleh Nick Mason dan kemudian beralih ke lagu tema seri televisi Doctor Who) dan lagu pop-jazz "San Tropez". Semangat eksperimentasi mereka juga terdengar di "Seamus" (judul awal "Mademoiselle Nobs"), lagu blues yang diisi dengan suara lolongan anjing Russian wolfhound). Pada saat ini mulai terlihat bahwa pemain bass Roger Waters mulai mengambil alih kepemimpinan band dalam bidang musik dan lirik. Misalnya ia menulis lagu "San Tropez" dalam bentuk sudah hampir jadi dan kontribusi anggota lainnya menjadi sedikit. Pink Floyd mencapai peringkat ketiga di Inggris untuk Meddle.

Di tahun 1972 mereka merilis Obscured by Clouds sebagai soundtrack film La Vallee dan masuk ke tangga US Top 50 dan tangga keenam di negara mereka sendiri.
[sunting] Meledak dengan Dark Side of the Moon



Walaupun mereka bukan band yang penjualan albumnya biasa didongkrak dengan penjualan single, album selanjutnya Dark Side of the Moon (1973) mengandung hit Top 20 di Amerika Money dan album itu sendiri akhirnya mencapai puncak charts dan bertahan di US Top 200 selama 741 minggu (termasuk 591 minggu berturut-turut dari 1973 sampai 1988), memecahkan banyak rekor dan membuatnya menjadi salah satu album paling laris di dunia. Dark Side of the Moon adalah album konsep dengan tema mengenai tekanan-tekanan kehidupan modern. Hal inilah yang mendorong mereka untuk menulis lagu-lagu: "On The Run" adalah tentang bepergian ke seluruh dunia, "Time" mengenai masa dulu, "The Great Gig in the Sky" (judul-judul awal "Mortality Sequence" dan "Religious Theme") mengenai kematian dan agama, "Money" mengenai uang yang datang dengan ketenaran, "Us and Them" mengenai konflik kekerasan di masyarakat, dan "Brain Damage" mengenai penyakit jiwa dan neurosis. Peralatan rekaman 16 track yang modern di Studio Abbey Road dan kerja keras sound engineer Alan Parsons membuat album ini terdengar sangat jernih.

Dark Side of the Moon dan ketiga album selanjutnya (Wish You Were Here, Animals dan The Wall) dianggap oleh banyak pihak sebagai puncak karier Pink Floyd. Wish You Were Here diluncurkan pada tahun 1975 dan bertemakan "ketidakhadiran". Misalnya lagu "Shine on You Crazy Diamond" adalah mengenai anggota mereka yang sudah hengkang Syd Barrett dan kondisi kesehatan jiwanya. Album ini juga mengandung lagu-lagu epik "Welcome to the Machine" dan "Have a Cigar". Pink Floyd mencapai puncak tangga baik di Inggris dan Amerika untuk album ini.



Ketika mereka mengeluarkan Animals di bulan Januari 1977, Amerika #2 dan Inggris #3, mereka mulai dikecam oleh kalangan punk rock yang mulai bangkit saat itu sebagai musisi yang arogan dan telah melenceng dari semangat rock and roll pertama. Animals mengandung lagu-lagu yang diilhami oleh buku Animal Farm karya George Orwell, misalnya "Pigs on the Wing", "Dogs" dan "Sheep". Animals memiliki lebih banyak suara gitar dibandingkan album-album sebelumnya (mungkin sebagai jawaban untuk komunitas punk) dan di sini pula mulai terjadi perpecahan antara Roger Waters dan pemain keyboards Rick Wright yang tidak menyumbangkan satu lagupun untuk album ini.

Opera rock The Wall dari tahun 1979, ditulis terutama oleh Waters, melambungkan kembali nama Pink Floyd dan memberi mereka satu lagi lagu hit "Another Brick in the Wall, Part II" yang liriknya mengritik sistem pendidikan. Selain itu album ini mencapai nomor 3 di negara asal mereka dan bercokol di puncak tangga Amerika selama 15 minggu. Lagu "Comfortably Numb", walaupun tidak pernah dirilis sebagai single, masih sering diputar di radio-radio saat ini dan merupakan salah satu lagu Pink Floyd yang paling terkenal.

Tur untuk mendukung album ini menjadi sangat mahal sehingga mereka nyaris rugi kalau tidak ditolong dengan penjualan album. Sekarang Waters semakin mendominasi band, dan menyebabkan konflik dengan anggota-anggota lainnya yang berpuncak pada Wright dipecat dari band. Wright kemudian menjadi musisi bayaran untuk beberapa konser band. Ironisnya, Wright adalah satu-satunya anggota yang meraih keuntungan finansial dari tur The Wall, yang lainnya harus menutup kerugian biaya yang membengkak. Album ini di ko-produksi oleh Bob Ezrin, teman Waters yang juga ikut menulis "The Trial" namun kemudian ditendang keluar oleh Waters karena tidak sengaja membocorkan rahasia album kepada saudaranya yang wartawan.

The Wall bertahan di daftar album terlaris selama 14 tahun. Sebuah film berjudul Pink Floyd The Wall dibuat pada tahun 1982. Dibintangi Bob Geldof, penyanyi Boomtown Rats, ditulis oleh Waters dan disutradarai Alan Parker, film ini juga diisi animasi oleh kartunis Inggris Gerald Scarfe. Film ini semakin memperburuk hubungan Waters dengan Gilmour karena Waters semakin merajai band.

1983 ditandai dengan dirilisnya The Final Cut. Tema album ini lebih kelam daripada The Wall dan kembali mengenai tema album itu dan juga tema-tema aktual, misalnya ketidaksetujuan Waters akan keterlibatan Inggris di Perang Falklands (lagu "The Fletcher Memorial Home") dan kesinisannya atau ketakutannya terhadap perang nuklir ("Two Suns in the Sunset"). Wright tidak terlibat sama sekali dan baik Michael Kamen maupun Andy Bown menyumbangkan sedikit suara keyboards. Selain itu Raphael Ravenscroft juga bermain saxophone.

Walaupun diterbitkan sebagai album Pink Floyd, dalam sampulnya ditulis "A requiem for the post war dream by Roger Waters, performed by Pink Floyd", suatu tanda kembali bahwa sekarang Waters telah mendominasi secara total. Untuk ukuran Pink Floyd album ini tidak begitu sukses (Amerika #1 dan Inggris #6), dan hanya menghasilkan satu hit radio "Not Now John". Sedemikian parahnya perpecahan antara Waters dan Gilmour sehingga mereka nyaris tidak pernah di studio pada saat yang bersamaan untuk merekam album ini. Mereka tidak pergi untuk tur dan secara tidak resmi bubar di tahun 1983.
[sunting] Tanpa Roger Waters

Setelah The Final Cut (yang merupakan final saga dari The Wall), para anggota Pink Floyd mengeluarkan album solo sendiri-sendiri sampai 1987, ketika Gilmour dan Mason mulai membangkitkan kembali band ini. Roger Waters menuntut mereka di pengadilan karena ia merasa mereka tidak berhak merilis album dengan nama band Pink Floyd, tapi Gilmour dan Mason memenangkan perkara ini. Meskipun demikian Waters memenangkan hak untuk beberapa citra Pink Floyd, seperti tokoh-tokoh dari The Wall dan hak untuk album The Final Cut. Di bawah pimpinan Gilmour, band ini kembali ke studio dengan produser Bob Ezrin. Richard Wright yang pertama bergabung sebagai musisi bayaran untuk album A Momentary Lapse of Reason (Amerika #3, Inggris #3) kemudian menjadi anggota resmi kembali untuk The Division Bell (Amerika #1, Inggris #1) dan tur dunia yang dipromosikan oleh promotor legendaris dari Kanada Michael Coll. Tur The Division Bell memecahkan rekor untuk pendapatan terbanyak saat itu.
[sunting] Live 8




Pada tanggal 2 Juli 2005, Pink Floyd tampil di konser Live 8 di London dengan Roger Waters, David Gilmour, Nick Mason dan Richard Wright. Reuni di atas panggung ini menghadirkan lagu-lagu "Breathe", "Money", "Wish You Were Here" dan "Comfortably Numb". Ini adalah konser bersama mereka yang pertama dalam 24 tahun, karena konser terakhir mereka bersama Waters adalah di Earl's Court di London tahun 1981. Sebelum "Wish You Were Here", Roger Waters mengabdikan lagu itu kepada "semua orang yang tak dapat berada di sini -- terutama Syd."

|